Data Finansial di Era Fintech: Aman atau Rentan?

Data Finansial di Era Fintech: Aman atau Rentan?

🗓️ Dipublikasikan: 31 Dec 2025 | 📂 Kategori: Fintech

Dengan semakin banyaknya layanan finansial digital (fintech), data pribadi dan finansial kita kini lebih banyak tersimpan dalam sistem digital daripada di buku tabungan tradisional. Fintech menawarkan kemudahan luar biasa dalam bertransaksi, pinjaman, investasi, dan layanan keuangan lain. Tetapi di balik kemudahan itu muncul pertanyaan penting: Apakah data finansial kita benar-benar aman di era fintech?

Keamanan data finansial tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepercayaan pengguna terhadap sistem digital yang mereka gunakan setiap hari.

Apa Saja Risiko Keamanan Data di Fintech?

1. Serangan Siber & Kebocoran Data

Karena fintech memproses data sensitif seperti rincian rekening, transaksi, dan identitas pribadi, platform ini menjadi target utama serangan siber. Kebocoran data atau serangan malware bisa menyebabkan pencurian informasi pribadi dan kerugian finansial.

Lebih jauh, survei industri menunjukkan bahwa fintech bisa dua kali lebih rentan terhadap serangan siber dibanding lembaga keuangan tradisional, karena sering memakai teknologi baru yang cepat berkembang tetapi belum sepenuhnya teruji.

2. Fraud Akibat Kebocoran Data

Begitu data finansial bocor, risiko serangan seperti identity theft (pencurian identitas), penipuan transaksi, dan penggunaan akun tanpa otorisasi meningkat tajam. Selain kerugian finansial, hal ini bisa merusak reputasi dan kepercayaan pengguna terhadap layanan.

Contoh nyata, sejumlah fintech di luar negeri pernah terkena ransomware yang membuka akses data pelanggan, termasuk nama, tanggal lahir, alamat, hingga nomor identifikasi finansial.

3. Penyalahgunaan Identitas Digital

Proses identifikasi digital seperti e-KYC (electronic Know Your Customer) yang digunakan fintech, walaupun efektif, dapat menjadi titik lemah jika tidak dikelola dengan baik. E-KYC rentan terhadap pemalsuan identitas ketika teknologi seperti deepfake dipakai untuk menipu sistem verifikasi.

4. Ketidakpastian Regulasi & Perlindungan Hukum

Karena fintech beroperasi lintas negara dan menggunakan teknologi global, pengawasan regulator lokal kadang tidak sejalan dengan standar internasional — yang pada akhirnya menyulitkan perlindungan konsumen dan keamanan data yang konsisten.

Bagaimana Fintech Menjaga Data Pengguna Tetap Aman

Walau risiko itu nyata, banyak fintech dan lembaga keuangan modern menerapkan berbagai strategi keamanan untuk menjaga data finansial:

1. Enkripsi Data End-to-End

Data pengguna yang disimpan dan dikirim melalui jaringan fintech biasanya dilindungi dengan enkripsi kriptografi tingkat tinggi, sehingga hanya pihak berwenang yang dapat membacanya.

2. Autentikasi Multifaktor (MFA)

Mekanisme MFA — seperti kombinasi kata sandi, OTP, dan biometrik — membantu mencegah akses tidak sah ke akun pengguna. Ini adalah langkah penting untuk melindungi data finansial dari peretas.

3. Audit & Pengujian Keamanan Berkala

Perusahaan fintech yang mapan melakukan audit keamanan dan penetration testing secara berkala untuk menemukan celah sistem sebelum dimanfaatkan pihak negatif.

4. Kebijakan Minimasi Data

Prinsip data minimization mendorong fintech hanya menyimpan data yang benar-benar diperlukan — tidak menyimpan informasi yang tidak relevan, sehingga mengurangi risiko jika terjadi kebocoran.

Manfaat Sistem Keamanan yang Kuat

Kepercayaan Pengguna

Pengguna cenderung lebih loyal pada layanan yang terbukti aman dan transparan dalam pengelolaan data.

Stabilitas Sistem

Proteksi yang kuat membantu mencegah gangguan operasional dan kerugian operasional akibat serangan siber.

Kepatuhan Regulasi

Mematuhi standar global seperti GDPR, PCI DSS, dan peraturan lokal memberikan perlindungan hukum dan mengurangi risiko denda besar bagi fintech.

Tantangan Utama dalam Keamanan Data Fintech

Teknologi yang Terus Berkembang

Serangan siber semakin canggih, seperti Advanced Persistent Threats (APT) dan teknik zero-trust yang harus diantisipasi oleh fintech masa kini. Beberapa penelitian malah mengusulkan arsitektur berbasis blockchain untuk memperkuat keamanan terhadap serangan internal atau eksternal.

Literasi Digital yang Masih Rendah

Pengetahuan pengguna tentang keamanan digital juga berperan penting; tanpa pemahaman dasar seperti phishing awareness, ancaman tetap tinggi meskipun sistem fintech aman.

Regulasi yang Perlu Diperkuat

Karena fintech sangat bergantung pada data pribadi, tetapi regulasi di beberapa negara masih belum kuat atau belum mengatur secara komprehensif. Ini menyebabkan celah perlindungan hukum dan tantangan dalam penegakan hukum.

Tips Mengelola Data Finansial Secara Aman

Gunakan aplikasi fintech yang terlisensi dan diawasi regulator seperti OJK di Indonesia.

Kesimpulan: Aman atau Rentan?

Data finansial di era fintech memiliki potensi tingkat keamanan yang sangat tinggi, tetapi juga tidak bebas risiko. Teknologi modern seperti enkripsi, autentikasi multifaktor, dan audit berkala dapat sangat membantu dalam melindungi informasi pengguna. Namun, ancaman siber yang terus berkembang, literasi digital yang belum merata, serta regulasi yang belum lengkap tetap menjadi tantangan nyata.

Keamanan data finansial bukan hanya tanggung jawab perusahaan dan regulator — tetapi juga kita sebagai pengguna yang harus proaktif melindungi kredensial dan memahami risiko digital. Dengan pendekatan yang tepat, fintech dapat menjadi sistem yang aman dan terpercaya untuk kehidupan finansial digital kita.

Referensi

  • Cara Menjaga Keamanan Data bagi Pengguna Fintech — tips praktis keamanan dan perlindungan data pengguna.
    https://money.kompas.com/read/2023/02/17/175339426/cara-menjaga-keamanan-data-bagi-pengguna-fintech Kompas Money

  • The Hidden Threats in Fintech: Fraud and Cybersecurity Challenges — dampak kebocoran data dan kerugian finansial.
    https://www.crossclassify.com/resources/articles/hidden-threats-fintech-fraud-cybersecurity/ CrossClassify

  • Upaya Sektor Jasa Keuangan Memperkuat Keamanan Data Nasabah — tren keamanan finansial digital di Indonesia.
    https://keuangan.kontan.co.id/news/upaya-sektor-jasa-keuangan-memperkuat-keamanan-data-nasabah-di-era-digital kontan.co.id

  • Keamanan Data pada Bisnis Teknologi Finansial Semakin Diperketat — pentingnya perlindungan data dan e-KYC.
    https://ciso.or.id/berita/keamanan-data-bisnis-teknologi-finansial-diperketat CISO Indonesia

  • Data Security in FinTech | Protecting Digital Transactions — mengapa data fintech sensitif dan top priority untuk keamanan.
    https://www.digitaiken.com/data-security-in-fintech-protecting-digital-transactions-and-customer-trust/ Digitaiken

  • Blockchain-Enabled Zero Trust Framework for Securing FinTech Ecosystems — pendekatan keamanan lanjutan terhadap serangan siber di fintech.
    https://arxiv.org/abs/2507.19976 arXiv

  • ← Kembali ke Artikel