Transformasi digital tidak hanya mengubah cara kita bekerja
dan berinteraksi — tetapi juga membuka peluang baru bagi green economy
atau ekonomi hijau yang berkelanjutan. Integrasi antara teknologi ramah
lingkungan (green tech) dengan e-commerce, fintech, data, dan digital
services telah menciptakan ekosistem bisnis baru di mana perusahaan bisa
tumbuh sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Setneg
Green Tech & Ekonomi Digital: Singkatan Tren Besar
Green Tech merujuk pada inovasi teknologi yang
mendukung keberlanjutan — seperti energi bersih, efisiensi energi, pengelolaan
limbah, dan solusi iklim. Sementara ekonomi digital adalah model ekonomi
yang bergantung pada teknologi digital, internet, dan otomatisasi. Ketika dua
konsep ini digabungkan, muncul peluang bisnis digital dengan dampak
lingkungan positif — dari fintech hijau, platform karbon, hingga jasa
konsultasi transformasi hijau. Kompas
Mengapa Green Tech & Digital Economy Semakin Relevan?
1. Pasar Global yang Meningkat
Konsumen kini semakin sadar lingkungan dan cenderung memilih
produk serta layanan yang berkelanjutan dan transparan. Tren ini
menciptakan permintaan tinggi untuk solusi digital yang ramah lingkungan — dari
aplikasi carbon footprint hingga marketplace produk eco-friendly. Berijalan
2. Regulasi & Kebijakan Mendukung
Pemerintah di banyak negara, termasuk Indonesia, kini
mendorong ekonomi hijau melalui kebijakan dan dukungan bagi inovasi startup
ramah lingkungan. Sektor ini dipandang sebagai bagian penting dalam pencegahan
perubahan iklim dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Setneg
3. Investasi Green Tech yang Meningkat
Investor global semakin melirik green digital business,
terutama startup yang menonjolkan efisiensi sumber daya, energi bersih, dan
dampak sosial. Tren ini memperkuat ekosistem startup hijau yang tumbuh cepat. Berijalan
Peluang Bisnis Ramah Lingkungan di Ekonomi Digital
Berikut adalah sejumlah peluang bisnis digital
berkelanjutan yang sedang berkembang:
1. Aplikasi Pelacak Jejak Karbon (Carbon Footprint
Tracker)
Aplikasi digital yang bisa mengukur jejak karbon individu
atau perusahaan berdasarkan konsumsi energi, perjalanan, dan penggunaan barang.
Solusi ini sangat dibutuhkan di era ESG (Environmental, Social and Governance).
Berijalan
2. Marketplace Produk Eco-Friendly
Platform e-commerce khusus produk ramah lingkungan seperti
fashion daur ulang, alat rumah hemat energi, atau kosmetik natural. Marketplace
semacam ini menyajikan alternatif yang lebih berkelanjutan kepada konsumen. Berijalan
3. Konsultasi Green Transition Digital
Layanan konsultasi yang membantu perusahaan melakukan
transformasi hijau secara digital — misalnya audit energi, desain ulang proses
ramah lingkungan, hingga rekomendasi teknologi rendah emisi. Berijalan
4. Platform Edukasi Sustainability
Website atau media digital khusus yang menyediakan konten
edukasi tentang sustainability dan green lifestyle. Konten ini kini menjadi
tren karena kebutuhan informasi yang semakin tinggi. Berijalan
5. Teknologi Blockchain untuk Rantai Pasok Hijau
Platform berbasis blockchain bisa digunakan untuk mencatat
jejak produk dari hulu ke hilir secara transparan dan tidak bisa
dimanipulasi, sangat relevan untuk bisnis yang membutuhkan validasi
keberlanjutan. Kompas
6. Green Fintech
Fintech yang fokus pada produk keuangan berkelanjutan
seperti pinjaman hijau, tabungan investasi untuk proyek ramah lingkungan,
hingga platform wakaf digital yang mendukung proyek sosial/lingkungan. Hal ini
selaras dengan tren sustainable finance. Ilmu Data Journal
7. Layanan Digital untuk Efisiensi Operasional
Startup dan layanan digital yang fokus membantu pelaku
industri mengurangi limbah, memantau penggunaan energi secara real-time, atau
mengoptimalkan logistik untuk menekan emisi. Digital Technologies
Contoh Startup & Inovasi Lokal yang Mendorong Green
Tech Digital
Beberapa startup di Indonesia menunjukkan bagaimana green
tech dan digital dapat bersinergi:
- Xurya
Daya Indonesia: solusi sewa panel surya untuk membantu transisi energi
bersih tanpa investasi awal besar. Teknologi.id
- Jejakin:
platform digital untuk mengukur dan mengelola jejak karbon perusahaan. Teknologi.id
- Rekosistem:
aplikasi pengelolaan sampah digital yang memperkuat ekonomi sirkular di
komunitas. Teknologi.id
Startup-startup semacam ini membuka jalan bagi model bisnis
baru yang menggabungkan digital economy dengan dampak lingkungan nyata. Teknologi.id
Manfaat Green Tech & Ekonomi Digital
Berikut beberapa dampak positif dari integrasi green tech
dengan digital economy:
·
Menekan Emisi & Jejak Lingkungan
Bisnis digital berbasis teknologi hijau membantu mengurangi
konsumsi energi dan limbah, sekaligus meningkatkan efisiensi proses. Berijalan
·
Mendorong Inovasi & Lapangan Kerja Baru
Sektor ini membuka peluang kerja baru di bidang teknologi,
manajemen data, dan sustainability consulting. Loppnas
·
Peningkatan Daya Saing & Brand Value
Perusahaan yang menjalankan praktik bisnis berkelanjutan
sering kali memiliki nilai merek lebih kuat dan menarik perhatian konsumen yang
peduli lingkungan. Berijalan
Kemandirian Ekonomi & Ketahanan Sektor Usaha
Dengan dukungan digitalisasi, UMKM dan pelaku bisnis lokal
dapat memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan beradaptasi dengan tuntutan
global. UPI YAI Journals
Tantangan yang Masih Harus Diatasi
Meskipun peluangnya besar, ada beberapa tantangan yang perlu
diperhatikan:
·
Biaya Awal & Infrastruktur Digital
Investasi teknologi awal kadang tinggi, dan infrastruktur digital di beberapa
wilayah belum merata. E-Prosiding UMY
·
Jejak Karbon Digital Itu Sendiri
Aktivitas digital juga menghasilkan emisi—misalnya data center besar—sehingga
perlu strategi efisiensi energi dan penggunaan green computing. TechRadar
·
Literasi & Kesadaran Pelaku Usaha
Tidak semua pengusaha memahami atau siap mengadopsi strategi green tech secara
cepat. E-Prosiding UMY
Kesimpulan: Ekonomi Digital & Green Tech sebagai
Kombinasi Masa Depan
Green Tech yang digabung dengan ekonomi digital bukan hanya
sekadar tren — tetapi arah penting dalam pembangunan ekonomi modern yang
berkelanjutan. Integrasi kedua hal ini menciptakan peluang bisnis baru:
mulai dari aplikasi pelacakan karbon, layanan fintech hijau, hingga platform
e-commerce eco-friendly dan konsultasi transformasi green.
Dengan meningkatnya kesadaran konsumen, dukungan kebijakan,
dan kebutuhan global terhadap bisnis yang ramah lingkungan, green digital
business memiliki potensi besar untuk tumbuh, berinovasi, dan menjadi pilar
ekonomi masa depan yang ramah bumi sekaligus menguntungkan secara ekonomi.
Setneg
Referensi :
- Peluang
Besar Ekonomi Hijau dan Digital bagi Indonesia — Sekretariat Negara
https://setneg.go.id/baca/index/peluang_besar_ekonomi_hijau_dan_digital_bagi_indonesia
(Peluang ekonomi hijau dan digital di Indonesia) Setneg - Green
Tech: Teknologi Ramah Lingkungan dalam Era Digital — Smol Id
https://www.smol.id/features/7115488303/green-technology-solusi-inovatif-untuk-masa-depan-berkelanjutan
(Inovasi green tech dan dampaknya) SMOL.id - Lebih dari Berita - Digital
Technology & Green Economy Growth in Indonesia — Jurnal Sinar
Manajemen
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JSM/article/view/5884
(Dampak transformasi digital terhadap pertumbuhan ekonomi hijau) Universitas Muhammadiyah Palu - Synergy
of Digitalization & Sustainability — JPEKA Journal
https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpeka/article/view/45835
(Kolaborasi digitalisasi dan keberlanjutan untuk MSMEs) UNESA Journal - Peluang
Bisnis Digital Berbasis Sustainability 2025 — Berijalan Techno Center
https://berijalan.co.id/article-detail/peluang-bisnis-digital-berbasis-sustainability-2025-berijalan-techno-center
(Ide peluang bisnis digital berkelanjutan) Berijalan