Teknologi hijau (green tech) sering diposisikan
sebagai jawaban atas krisis iklim, polusi, dan kerusakan lingkungan. Dari
energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga produk digital berlabel ramah
lingkungan — narasi “hijau” kini menjadi nilai jual utama bagi banyak
perusahaan.
Namun di balik tren positif ini, muncul fenomena yang
semakin mengkhawatirkan: greenwashing. Alih-alih benar-benar
berkontribusi pada keberlanjutan, sebagian perusahaan menggunakan istilah green,
eco-friendly, atau sustainable hanya sebagai strategi
marketing, tanpa perubahan nyata pada proses bisnis atau dampak
lingkungannya.
Di era ekonomi digital dan ESG, greenwashing bukan lagi isu
kecil — ia menjadi ancaman serius terhadap kepercayaan publik, kredibilitas
green tech, dan upaya global melawan krisis iklim.
Apa Itu Greenwashing?
Greenwashing adalah praktik ketika perusahaan membesar-besarkan,
memanipulasi, atau memalsukan klaim ramah lingkungan demi citra positif,
tanpa bukti atau dampak nyata yang sepadan.
Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Jay
Westerveld pada 1986, saat ia mengkritik industri perhotelan yang mengklaim
peduli lingkungan melalui program “reuse towel”, padahal operasionalnya tetap
boros energi dan merusak alam.
Dalam konteks modern, greenwashing sering muncul dalam
bentuk:
- Klaim
teknologi hijau tanpa data pendukung
- Label
“eco” atau “green” yang ambigu
- Laporan
ESG yang selektif
- Inovasi
digital yang tampak ramah lingkungan, tetapi berdampak besar pada emisi
atau limbah
Mengapa Greenwashing Marak di Era Green Tech & ESG?
1. Sustainability = Nilai Jual Tinggi
Konsumen modern, terutama Gen Z dan milenial, cenderung
memilih brand yang peduli lingkungan. Hal ini membuat citra “hijau” menjadi aset
marketing yang sangat menguntungkan.
2. Tekanan Investor & ESG
Banyak investor global kini menggunakan ESG score
sebagai indikator penting. Akibatnya, sebagian perusahaan tergoda untuk memoles
laporan keberlanjutan agar terlihat menarik di mata investor.
3. Regulasi yang Belum Seragam
Standar dan definisi “ramah lingkungan” berbeda di tiap
negara. Celah regulasi ini memungkinkan klaim hijau yang sulit diverifikasi.
4. Kompleksitas Teknologi Digital
Data center, AI, blockchain, dan cloud sering dipromosikan
sebagai solusi efisiensi — padahal konsumsi energinya bisa sangat besar jika
tidak menggunakan energi bersih.
Bentuk-Bentuk Greenwashing yang Paling Umum
1. Klaim Umum Tanpa Bukti
Contoh: “Teknologi kami ramah lingkungan” tanpa data emisi,
audit independen, atau metodologi pengukuran yang jelas.
2. Fokus pada Satu Aspek Kecil
Perusahaan menonjolkan satu fitur hijau (misalnya kemasan
daur ulang), tetapi mengabaikan dampak besar lain seperti emisi produksi atau
rantai pasok.
3. Label Hijau Palsu
Penggunaan ikon daun, warna hijau, atau istilah eco-friendly
tanpa sertifikasi resmi atau standar ilmiah.
4. ESG Reporting yang Selektif
Hanya melaporkan data positif, sementara dampak lingkungan
negatif tidak diungkap secara transparan.
5. Green Tech yang Tidak Green Secara Sistemik
Contoh: layanan digital atau blockchain yang mengklaim
efisiensi, tetapi bergantung pada data center berbasis energi fosil.
Contoh Greenwashing dalam Teknologi & Bisnis
Tanpa menyebut merek secara spesifik, beberapa pola yang
sering dikritik oleh lembaga pengawas global antara lain:
- Kendaraan
listrik yang produksinya sangat bergantung pada energi fosil dan tambang
tidak berkelanjutan
- Perusahaan
teknologi besar yang mengklaim carbon neutral lewat offset, tetapi
tidak menurunkan emisi aktual
- Startup
digital yang menyebut diri “climate tech” hanya karena menggunakan
aplikasi, tanpa dampak lingkungan terukur
Organisasi seperti OECD, European Commission, dan FTC
(AS) telah memperingatkan bahwa praktik ini dapat menyesatkan konsumen dan
merusak pasar green tech secara keseluruhan.
Dampak Greenwashing
1. Merusak Kepercayaan Publik
Ketika konsumen sadar telah dibohongi, kepercayaan terhadap seluruh
industri green tech ikut menurun.
2. Menghambat Solusi Nyata
Greenwashing mengalihkan perhatian dan dana dari inovasi
hijau yang benar-benar berdampak.
3. Distorsi Pasar
Perusahaan yang benar-benar berinvestasi pada keberlanjutan
kalah bersaing dengan brand yang hanya “tampak hijau”.
4. Risiko Hukum & Reputasi
Banyak negara kini mulai menindak klaim lingkungan palsu,
yang dapat berujung denda dan krisis reputasi.
Bagaimana Cara Mengenali Green Tech yang Asli vs
Greenwashing?
1. Transparansi Data
Green tech yang serius akan menyajikan:
- Data
emisi
- Metodologi
pengukuran
- Target
dan progres yang jelas
2. Sertifikasi & Audit Independen
Cari standar seperti:
- ISO
14001
- Science
Based Targets initiative (SBTi)
- Verified
ESG reporting
3. Pendekatan Sistemik
Teknologi hijau sejati memperbaiki seluruh rantai nilai,
bukan hanya satu bagian kecil.
4. Konsistensi Komunikasi & Praktik
Narasi marketing harus selaras dengan laporan keberlanjutan,
operasional, dan kebijakan internal.
Peran Konsumen, Media & Regulator
Greenwashing tidak bisa diberantas hanya dari satu sisi.
- Konsumen:
kritis terhadap klaim hijau
- Media
& kreator: mengedukasi dan membongkar narasi palsu
- Regulator:
menetapkan standar klaim lingkungan yang jelas
- Investor:
menuntut data ESG yang terverifikasi
Kolaborasi ini penting agar green tech berkembang sebagai solusi
nyata, bukan sekadar tren pemasaran.
Kesimpulan: Hijau yang Jujur Lebih Penting dari Hijau
yang Viral
Green tech memiliki potensi besar untuk menyelamatkan
lingkungan dan membangun ekonomi berkelanjutan. Namun ketika teknologi hijau
direduksi menjadi alat branding kosong, dampaknya justru berbahaya.
Greenwashing bukan hanya masalah etika bisnis — tetapi
ancaman terhadap masa depan keberlanjutan itu sendiri. Di era krisis iklim,
dunia tidak butuh lebih banyak klaim hijau, melainkan aksi nyata,
transparansi, dan inovasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Hijau yang jujur mungkin tidak selalu viral — tetapi dialah
yang benar-benar berdampak.
Referensi :
- OECD –
Consumer Policy and Greenwashing
https://www.oecd.org/consumer/consumer-policy-and-greenwashing/ - European
Commission – Green Claims & Greenwashing
https://environment.ec.europa.eu/topics/circular-economy/green-claims_en - Harvard
Business Review – The Truth About Greenwashing
https://hbr.org/2022/07/the-truth-about-greenwashing - U.S.
Federal Trade Commission – Green Guides
https://www.ftc.gov/business-guidance/resources/green-guides - United
Nations – Net Zero Greenwashing
https://www.un.org/en/climatechange/net-zero-greenwashing