Artificial Intelligence (AI) yang kita kenal selama ini — seperti chatbot, generator teks atau gambar — biasanya menunggu instruksi dari manusia sebelum bekerja. Itu disebut generative AI atau responsif AI.
Namun di 2025, muncul generasi baru yang lebih mandiri dan proaktif: Agentic AI. Ini bukan sekadar asisten yang menjawab pertanyaan, tetapi sistem yang bisa merencanakan, mengambil keputusan, dan menjalankan tugas secara independen berdasarkan tujuan tingkat tinggi yang diberi oleh manusia.
Apa Itu Agentic AI?
Agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan yang memiliki tingkat otonomi lebih tinggi daripada model AI tradisional. Mereka tidak hanya menjawab permintaan, tapi bisa:
- Menetapkan tujuan yang jelas
- Membuat rencana tindakan sendiri
- Menjalankan serangkaian langkah untuk mencapai tujuan itu
- Belajar dan menyesuaikan tindakannya dari pengalaman sebelumnya
Dengan kemampuan ini, Agentic AI sering disebut teman kerja digital yang benar-benar proaktif — bukan sekadar penjawab perintah.
Bedanya dengan AI Biasa
Untuk memperjelas perbedaan antara Agentic AI dan AI tradisional:
? AI Tradisional
- Menunggu instruksi dari manusia
- Responsif, bekerja satu langkah
- Contoh: chatbot, text-to-image generator
? Agentic AI
- Bisa bertindak berdasarkan tujuan luas
- Mampu merencanakan, mengeksekusi, dan menyesuaikan tindakannya
- Contoh: sistem otomatis yang mengatur workflow, kampanye marketing tanpa supervisi terus menerus
Bagaimana Agentic AI Bekerja
Agar bisa bertindak mandiri, Agentic AI biasanya dilengkapi dengan beberapa kemampuan kunci:
? Planning (Perencanaan Tindakan)
AI mengubah tugas kompleks menjadi langkah-langkah yang bisa dieksekusi.
? Memory & Feedback Loop
Sistem menyimpan pengalaman sebelumnya supaya bisa belajar dan memperbaiki hasil di masa depan.
? Action Interface
AI tidak hanya “memikirkan”, tetapi juga “melakukan” tindakan nyata seperti mengatur jadwal, mengirim email, atau menganalisis data.
? Multi-Agent Systems
Terkadang beberapa agen bekerja bersama seperti tim yang saling berbagi tugas untuk mencapai hasil lebih kompleks.
Contoh Kasus Penggunaan Agentic AI
Di dunia nyata, Agentic AI mulai muncul pada beberapa aplikasi nyata:
? Otomatisasi bisnis
AI bisa memantau data, memecah masalah besar menjadi langkah kecil, lalu menjalankan solusi tanpa manusia harus mengawasi tiap langkahnya.
? Layanan pelanggan cerdas
Digunakan untuk menjawab pertanyaan secara proaktif, memahami konteks perubahan kebutuhan pelanggan, dan menyesuaikan responnya secara adaptif.
? Analisis data real-time
Agentic AI bisa mengambil data besar, memprosesnya, menginterpretasikan tren, dan membuat rekomendasi otomatis.
? Sistem keamanan siber proaktif
AI bisa mengidentifikasi ancaman baru dan meresponnya secara lebih cepat dibandingkan sistem manual.
Kenapa Agentic AI Jadi Tren Besar di 2025
Beberapa faktor yang membuat Agentic AI makin penting:
? Tuntutan otomatisasi yang lebih cerdas
Perusahaan ingin sistem yang bisa mengurus tugas kompleks tanpa harus diawasi terus menerus.
? Kemajuan teknologi pendukung
Cloud computing, machine learning modern, dan NLP (Natural Language Processing) memungkinkan sistem lebih adaptif.
? Efisiensi yang lebih tinggi
Agentic AI dirancang untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya—khususnya untuk tugas berulang atau besar yang berat jika dilakukan manusia.
Risiko & Tantangan yang Perlu Diperhatikan
Meski menjanjikan, Agentic AI juga membawa beberapa tantangan penting:
?? Etika & Tanggung Jawab
Kalau AI membuat keputusan yang salah, siapa yang harus bertanggung jawab?
?? Keamanan & Privasi
Kemampuan AI untuk bertindak sendiri meningkatkan risiko apabila sistem disusupi atau manipulasi.
?? Kebutuhan Pengawasan Manusia
Meski otonom, tetap diperlukan monitoring manusia agar tetap berjalan sesuai aturan dan tujuan bisnis.
?? Biaya & Sumber Daya
Agentic AI umumnya memerlukan sumber daya komputasi besar dan investasi teknologi yang serius.
Masa Depan Agentic AI di Dunia Kerja
Triwulan ke depan diperkirakan semakin banyak perusahaan menguji coba atau mengadopsi agentic AI sebagai bagian dari:
-
workflow otomatis untuk operasi internal
-
peningkatan layanan pelanggan
-
sistem keamanan proaktif
-
sistem analitik cerdas
Prediksi Gartner menyebut bahwa pada 2028, setidaknya 15% keputusan harian dalam bisnis akan dijalankan secara otomatis oleh agentic AI.
Kesimpulan
Agentic AI merupakan lompatan besar dalam evolusi AI. Ini bukan sekadar chatbot atau generator konten — tetapi sistem yang bertindak, belajar, dan beradaptasi untuk mencapai tujuan tertentu tanpa intervensi manusia terus-menerus.
Meski masih di awal fase adopsi, potensi teknologi ini sangat besar — dari otomatisasi kompleks sampai kolaborasi manusia-AI yang lebih mulus.
Namun perlu diingat bahwa kemajuan juga datang bersama tanggung jawab, termasuk etika, keamanan, dan pengawasan manusia yang tepat.
Referensi
Associated Press (AP News)
Pembahasan awal dan definisi Agentic AI sebagai sistem AI yang mampu bertindak mandiri dan merencanakan aksi.
? https://apnews.com/article/518d6ae159d1f4d3343e98a456cb5221
Gartner (via SAS)
Prediksi adopsi Agentic AI dalam pengambilan keputusan bisnis dan otomatisasi skala besar.
? https://www.sas.com/content/dam/sasdam/documents/20250124/turn-agentic-ai-into-decisions-you-can-trust.pdf
Google DeepMind
Riset dan pendekatan tentang agent-based systems dan autonomous AI.
? https://www.deepmind.com/blog
Anthropic
Konsep AI agent, tool-use, dan autonomous reasoning pada LLM modern.
? https://www.anthropic.com/research
Microsoft Learn
Implementasi AI agents dan autonomous workflows di lingkungan enterprise.
? https://learn.microsoft.com/ai
Stanford Human-Centered AI (HAI)
Perspektif etika, kontrol manusia, dan risiko AI otonom.
? https://hai.stanford.edu/research
ITPro (UK)
Risiko keamanan dan potensi penyalahgunaan Agentic AI di dunia siber.
? https://www.itpro.com/security
Kompas Tekno (Indonesia)
Pembahasan tren AI terbaru dan konteks adopsi di 2025.
? https://tekno.kompas.com
Binus University – School of Information Systems
Penjelasan konsep Agentic AI dan penerapannya dalam sistem modern.
? https://sis.binus.ac.id