Seiring berkembangnya Metaverse sebagai ruang digital
interaktif, isu yang paling mendasar tapi sering terabaikan adalah privasi
dan keamanan sosial. Berbeda dari internet tradisional, Metaverse menyimpan
dan memproses volume data yang jauh lebih luas dan sensitif β mulai dari
identitas digital, biometrik, pola perilaku, hingga interaksi sosial yang
terperinci. sands.edpsciences.org
Dalam lingkungan di mana teknologi seperti AR/VR bisa
membaca gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan bahkan pola suara, pertanyaan
penting muncul:
Siapa yang mengendalikan data itu? Bagaimana data itu disimpan? Dan
bagaimana privasi kita dilindungi di dunia yang terasa βnyataβ namun sepenuhnya
digital?
Bagaimana Privasi Terancam di Metaverse
1. Pengumpulan Data Sensitif & Biometrik
Perangkat Metaverse dan teknologi realitas imersif sering
mengumpulkan data seperti:
- Ekspresi
wajah
- Gerakan
kepala dan tubuh
- Suara
- Pola
tatap
- Lokasi
dan lingkungan sekitar
Data ini sangat sensitif dan jauh melampaui data tradisional
seperti email atau kontak β dan bila bocor, bisa berdampak serius terhadap
privasi individu. sands.edpsciences.org
2. Risiko Pengendalian Data oleh Platform
Beberapa platform Metaverse membuka akses data kepada pihak
ketiga seperti pengiklan atau aplikasi bawaan. Ini berpotensi membuat data
pribadi:
- Disalahgunakan
untuk iklan prediktif
- Diakses
tanpa persetujuan jelas
- Dipakai
untuk profil perilaku komersial atau politik tanpa transparansi
Menurut para peneliti, platform semacam itu bisa kehilangan
kontrol atas data pengguna dan memberikan akses kepada pihak luar tanpa
sepengetahuan individu. sands.edpsciences.org
3. Identitas Digital & Keamanan Avatar
Di Metaverse, identitas digital sering terikat pada avatar
atau representasi virtual. Namun, tidak semua sistem punya kontrol
otentikasi kuat, yang membuat masalah seperti:
- Impersonasi
(pencurian identitas digital)
- Deepfake
avatar untuk penipuan
- Profil
NFT palsu atau scam identitas
semakin mudah terjadi. sands.edpsciences.org
4. Serangan Siber & Keamanan Teknologi
Metaverse sama rentannya dengan ruang digital lain terhadap
serangan siber seperti:
- Phishing
yang makin sulit dikenali dalam VR/AR
- Malware
tersembunyi dalam item digital atau plug-in
- DDoS
yang bisa melumpuhkan platform
- Manipulasi
data melalui injeksi palsu atau kompromi server A WordPress Site
Selain itu, sistem manajemen data yang rumit membuat standar
keamanan sulit diterapkan secara konsisten. ScienceDirect
5. Cyberbullying & Pelecehan Virtual
Privasi tidak hanya soal data teknis β ia juga berkaitan
dengan keamanan sosial. Lingkungan virtual yang terlalu mirip dunia
nyata dapat memperluas hal-hal negatif seperti cyberbullying, pelecehan, verbal
abuse, hingga perilaku predator, karena anonim pengguna sering tinggi dan
pengawasan moderasi masih minim. searchmyexpert.com
Selain itu, kasus seperti pelecehan yang dialami pengguna
(termasuk anak-anak) di platform VR telah mendapat perhatian publik luas,
menunjukkan bahwa ancaman sosial nyata pun turun ke dunia virtual. The Guardian
Mengapa Privasi & Keamanan di Metaverse Lebih
Kompleks
Akses Data yang Mendalam
Teknologi imersif membaca pola biometrik dan gerakan tubuh β
data yang belum diatur secara eksplisit dalam kebanyakan hukum privasi
tradisional. Springer
Interoperabilitas & Lintas Platform
Karena Metaverse terdiri dari berbagai dunia virtual yang
saling terhubung (interoperabilitas), data pengguna bisa berpindah antar
platform dengan standar keamanan yang berbeda, memperbesar risiko kebocoran. searchmyexpert.com
Upaya Perlindungan & Solusi Keamanan Sosial
1. Regulatory Framework & Hukum Privasi yang Kuat
Untuk menjamin privasi pengguna, banyak ahli menilai bahwa
UU perlindungan data tradisional (seperti GDPR) belum cukup kuat untuk
menangani kompleksitas data Metaverse β terutama data biometrik dan realitas
imersif. IRJMSS
Oleh karena itu, diperlukan kebijakan baru yang:
- Memperjelas
hak atas data pribadi
- Mengatur
transfer dan interoperabilitas data antar platform
- Menetapkan
standar privasi untuk perangkat AR/VR
2. Teknologi Keamanan Canggih
Solusi teknologi juga bisa membantu, termasuk:
- Blockchain
untuk pengelolaan identitas terdesentralisasi
- AI
otomatis untuk deteksi ancaman dan anomaly
- Enkripsi
tingkat lanjut untuk menyimpan data sensitif
Solusi ini memungkinkan pengguna memiliki kontrol lebih besar atas datanya sendiri. IRJMSS
3. Pendidikan & Kesadaran Pengguna
Tak kalah penting, pengguna harus lebih sadar mengenai
bahaya privasi di Metaverse β terutama generasi muda yang sering kali belum
memahami potensi risiko kompleks seperti:
- Pencurian
identitas digital
- Phishing
dalam ruang VR
- Penyalahgunaan
data oleh aplikasi pihak ketiga
Kesadaran ini penting untuk meminimalkan eksploitasi sosial
digital.
Kesimpulan: Tantangan Besar, Tapi Bisa Diatasi
Metaverse membuka pintu untuk pengalaman sosial digital yang
imersif, tetapi risiko privasi dan keamanan sosial menjadi tantangan
besar yang harus diatasi β baik oleh pengembang, regulator, maupun pengguna
sendiri.
Privasi di Metaverse bukan hanya soal siapa yang melihat
data kamu, tapi juga tentang siapa yang mengendalikan data itu, bagaimana
identitas digital dilindungi, dan sejauh mana teknologi bisa membuat
ruang virtual itu tetap aman dan etis. IRJMSS
Dengan regulasi kuat, teknologi canggih, dan edukasi publik
yang baik, pengalaman sosial di Metaverse bisa tetap menarik sekaligus aman
bagi semua orang.
Referensi :
- Digital
identity, privacy security, and their legal safeguards in the Metaverse β
S&S Journal
https://sands.edpsciences.org/articles/sands/full_html/2023/01/sands20220011/sands20220011.html
(Analisis data sensitif & risiko privasi di Metaverse) sands.edpsciences.org - Survey:
Consumers express concerns over security & privacy in Metaverse β
S&P Global
https://www.spglobal.com/market-intelligence/en/news-insights/research/survey-consumers-express-concerns-over-security-privacy-in-metaverse
(Statistik konsumen yang khawatir tentang privasi & data) S&P Global - Enhancing
User Privacy in the Metaverse β IRJMSS Journal
https://irjmss.com/index.php/irjmss/article/view/452
(Mekanisme privasi dan peran teknologi/regulasi) IRJMSS - Metaverse
and privacy Ethics β AI & Ethics Journal
https://link.springer.com/article/10.1007/s43681-024-00507-5
(Isu privasi & keamanan data hasil teknologi imersif) Springer - Analisis
Keamanan Data & Privasi dalam Penggunaan Metaverse di Indonesia β JSSR
https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/4322
(Study kasus privasi & kebutuhan kolaborasi di Indonesia) E-Jurnal Kampus Akademik