Privasi & Keamanan Sosial di Metaverse: Risiko, Tantangan & Solusi

Privasi & Keamanan Sosial di Metaverse: Risiko, Tantangan & Solusi

πŸ—“οΈ Dipublikasikan: 02 Jan 2026 | πŸ“‚ Kategori: Metaverse

Seiring berkembangnya Metaverse sebagai ruang digital interaktif, isu yang paling mendasar tapi sering terabaikan adalah privasi dan keamanan sosial. Berbeda dari internet tradisional, Metaverse menyimpan dan memproses volume data yang jauh lebih luas dan sensitif β€” mulai dari identitas digital, biometrik, pola perilaku, hingga interaksi sosial yang terperinci. sands.edpsciences.org

Dalam lingkungan di mana teknologi seperti AR/VR bisa membaca gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan bahkan pola suara, pertanyaan penting muncul:
Siapa yang mengendalikan data itu? Bagaimana data itu disimpan? Dan bagaimana privasi kita dilindungi di dunia yang terasa β€œnyata” namun sepenuhnya digital?

Bagaimana Privasi Terancam di Metaverse

1. Pengumpulan Data Sensitif & Biometrik

Perangkat Metaverse dan teknologi realitas imersif sering mengumpulkan data seperti:

Data ini sangat sensitif dan jauh melampaui data tradisional seperti email atau kontak β€” dan bila bocor, bisa berdampak serius terhadap privasi individu. sands.edpsciences.org

2. Risiko Pengendalian Data oleh Platform

Beberapa platform Metaverse membuka akses data kepada pihak ketiga seperti pengiklan atau aplikasi bawaan. Ini berpotensi membuat data pribadi:

Menurut para peneliti, platform semacam itu bisa kehilangan kontrol atas data pengguna dan memberikan akses kepada pihak luar tanpa sepengetahuan individu. sands.edpsciences.org

3. Identitas Digital & Keamanan Avatar

Di Metaverse, identitas digital sering terikat pada avatar atau representasi virtual. Namun, tidak semua sistem punya kontrol otentikasi kuat, yang membuat masalah seperti:

4. Serangan Siber & Keamanan Teknologi

Metaverse sama rentannya dengan ruang digital lain terhadap serangan siber seperti:

Selain itu, sistem manajemen data yang rumit membuat standar keamanan sulit diterapkan secara konsisten. ScienceDirect

5. Cyberbullying & Pelecehan Virtual

Privasi tidak hanya soal data teknis β€” ia juga berkaitan dengan keamanan sosial. Lingkungan virtual yang terlalu mirip dunia nyata dapat memperluas hal-hal negatif seperti cyberbullying, pelecehan, verbal abuse, hingga perilaku predator, karena anonim pengguna sering tinggi dan pengawasan moderasi masih minim. searchmyexpert.com

Selain itu, kasus seperti pelecehan yang dialami pengguna (termasuk anak-anak) di platform VR telah mendapat perhatian publik luas, menunjukkan bahwa ancaman sosial nyata pun turun ke dunia virtual. The Guardian

Mengapa Privasi & Keamanan di Metaverse Lebih Kompleks

Akses Data yang Mendalam

Teknologi imersif membaca pola biometrik dan gerakan tubuh β€” data yang belum diatur secara eksplisit dalam kebanyakan hukum privasi tradisional. Springer

Interoperabilitas & Lintas Platform

Karena Metaverse terdiri dari berbagai dunia virtual yang saling terhubung (interoperabilitas), data pengguna bisa berpindah antar platform dengan standar keamanan yang berbeda, memperbesar risiko kebocoran. searchmyexpert.com

Upaya Perlindungan & Solusi Keamanan Sosial

1. Regulatory Framework & Hukum Privasi yang Kuat

Untuk menjamin privasi pengguna, banyak ahli menilai bahwa UU perlindungan data tradisional (seperti GDPR) belum cukup kuat untuk menangani kompleksitas data Metaverse β€” terutama data biometrik dan realitas imersif. IRJMSS

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan baru yang:

2. Teknologi Keamanan Canggih

Solusi teknologi juga bisa membantu, termasuk:

3. Pendidikan & Kesadaran Pengguna

Tak kalah penting, pengguna harus lebih sadar mengenai bahaya privasi di Metaverse β€” terutama generasi muda yang sering kali belum memahami potensi risiko kompleks seperti:

Kesadaran ini penting untuk meminimalkan eksploitasi sosial digital.

Kesimpulan: Tantangan Besar, Tapi Bisa Diatasi

Metaverse membuka pintu untuk pengalaman sosial digital yang imersif, tetapi risiko privasi dan keamanan sosial menjadi tantangan besar yang harus diatasi β€” baik oleh pengembang, regulator, maupun pengguna sendiri.

Privasi di Metaverse bukan hanya soal siapa yang melihat data kamu, tapi juga tentang siapa yang mengendalikan data itu, bagaimana identitas digital dilindungi, dan sejauh mana teknologi bisa membuat ruang virtual itu tetap aman dan etis. IRJMSS

Dengan regulasi kuat, teknologi canggih, dan edukasi publik yang baik, pengalaman sosial di Metaverse bisa tetap menarik sekaligus aman bagi semua orang.

Referensi :

  1. Digital identity, privacy security, and their legal safeguards in the Metaverse – S&S Journal
    https://sands.edpsciences.org/articles/sands/full_html/2023/01/sands20220011/sands20220011.html
    (Analisis data sensitif & risiko privasi di Metaverse) sands.edpsciences.org
  2. Survey: Consumers express concerns over security & privacy in Metaverse – S&P Global
    https://www.spglobal.com/market-intelligence/en/news-insights/research/survey-consumers-express-concerns-over-security-privacy-in-metaverse
    (Statistik konsumen yang khawatir tentang privasi & data) S&P Global
  3. Enhancing User Privacy in the Metaverse – IRJMSS Journal
    https://irjmss.com/index.php/irjmss/article/view/452
    (Mekanisme privasi dan peran teknologi/regulasi) IRJMSS
  4. Metaverse and privacy Ethics – AI & Ethics Journal
    https://link.springer.com/article/10.1007/s43681-024-00507-5
    (Isu privasi & keamanan data hasil teknologi imersif) Springer
  5. Analisis Keamanan Data & Privasi dalam Penggunaan Metaverse di Indonesia – JSSR
    https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/4322
    (Study kasus privasi & kebutuhan kolaborasi di Indonesia) E-Jurnal Kampus Akademik
← Kembali ke Artikel